Latest News

Kolonialisme Dan Imperialisme Di Indonesia

Hai sob !! kembali lagi dengan saya di blog yang pastinya akan selalu membuatkan ilmu yang telah saya sanggup dari hasil mencar ilmu ke kalian semua. Pepatah menyampaikan ilmu yang baik itu ilmu yang ketika kita sudah mendapatkannya kemudian di share ke orang lain supaya kita sanggup lebih faham dan sanggup menjadi amal...
Ingat loh, menunjukkan ilmu kepada orang bukan berarti menyerupai kita memberi uang ke temen sendiri, yang bakalan eksklusif habis. Bahkan bila mengajarkan ilmu ke temen atau orang lain yang belum mengetahui, pahalanya lebih banyak dan akan lebih menambah wawasan kita loh...
Oke, biar gak banyak bicara eksklusif saja kini ane mau bagi - bagi ilmu wacana Sejarah Indonesia, dan jangan lupa bila udah faham di share ke temennya juga oke. Silahkan disimak yah...


Proses Kedatangan Bangsa - Bangsa Barat ke Indonesia

Motivasi dan Keinginan Mendapatkan Rempah-Rempah

Dalam sejarah bangsa-bangsa di dunia dikenal adanya penjelajahan samudera. Perjalanan samudera itu bertujuan untuk menemukan dunia baru. Hal itu tidak terlepas dari motivasi dan cita-cita untuk memenuhi kepuasan dan kejayaan dalam kehidupan di dunia. Maksud dari dunia gres disini ialah wilayah timur Eropa, sebagai penghasil bahan-bahan yang digemari orang-orang bangsa Eropa, yaitu rempah-rempah(cengkih, lada, pala,dll).
Di Eropa rempah-rempah merupakan komoditas perdagangan yang sangat laris. Sedangkan penghasil rempah-rempah tersebut ialah Nusantara, yang mereka kenal dengan sebutan Hindia. Orang-orang Eropa menyerupai memburu “Mutiara dari Timur” untuk mendapatkan rempah-rempah. Rempah-rempah tersebut mereka gunakan untuk mengawetkan makanan,obat, dan bumbu masak.
Pada mulanya orang-orang Eropa membeli rempah-rempah dari para pedagang barat yang menjadi perantara. Karena melalui mediator rempah-rempah itu pun dijual dengan harga mahal. Karena harga mahal tersebut orang Eropa berusaha untuk mendapatkannya eksklusif dari sumbernya tanpa mediator dengan tujuan pembelian yang lebih murah.
Latar belakang bangsa-bangsa Eropa dating ke Indonesia ialah jatuhnya kota Konstantinopel pada tahun 1453 di Kawasan Laut Tengah kepada Kesultanan Turki. Konstantinopel merupakan ibu kota Romawi Timur. Dengan jatuhnya Konstantinopel tersebut terputusnya hubungan dagang ke dunia Timur. Akibatnya orang-orang berusaha mencari jalan untuk sanggup mencapai ke tempat penghasil rempah-rempahnya langsung. Selain dilatar belakangi dengan jatuhnya Konstantinopel, kedatangan bangsa Barat dikarenakan inovasi teknologi berupa perkembangan pelayaran, inovasi kompas, dan inovasi Copernicus yang didukung oleh Galileo Galiilei, yang menyatakan bahwa bumi ialah bulat,sehingga memperkuat para pelaut untuk mengadakan pelayaran, lantaran dengan bentuk bumi yang bundar para pelaut berfikir tidak akan pernah tersesat.

Petualangan, Pelayaran, dan Penjelajahan Samudera Bangsa - Bangsa Barat ke Kepulauan Nusantara

Setelah Konstantinopel jatuh pada taun1453 ke tangan Turki Usmani, jalan bangsa-bangsa Barat untuk mendapatkan rempah-rempah murah di daerah Laut Tengah yang menjadi sentra perdagangan Internasional menjadi tertutup. Akibatnya harga rempah-rempah di pasar Eropa menjadi sangat tinggi, dan memicu untuk mencari sumber penghasil rempah-rempah ke dunia Timur. Maka dimulailah periode petualangan, penjelajahan, dan inovasi dunia baru. Sebagai pencetus penjelajahan samuderanya yaitu bangsa Portugis, dan Spanyol, yang menjadi pembuka jalan menuju Nusantara. Selanjutnya menyusul bangsa Belanda dan Inggris.
Tujuan bangsa Barat tersebut tidak hanya untuk mencari laba semata. Melainkan untuk menjalankan tujuan bangsa-bangsa Barat yang di kenal dengan 3G(Gold, Glory, dan Gospel).
a.  Gold(emas), berarti berburu untuk mendapatkan kekayaan dan laba dengan cara mencari dan mengumpulkan emas, perak, dan materi tambang serta materi berharga lainnya. Yang menjadi tujuan utamnya di Guinea dan rempah-rempah dari Timur.
b.  Glory(kejayaan), berarti beruru untuk mendapatkan kejayaan, superioritas, dan kekuasaan. Oleh alasannya itu bangsa-bangsa Barat saling bersaing untuk mendapat kekuasaan di dunia barunya.
c.      Gospel(agama), yaitu kiprah sucinya untuk menyebarkan agama yang mereka anut.
Bangsa Barat yang pernah mengadakan petualangan, pelayaran, dan penjelajahan samudera ke Nusantara.

       Bangsa Spanyol
Spanyol merupakan salah satu pencetus pelayaran dan penjelajahan samudera yang mencari sumber penghasil rempah-rempah di dunia Timur.
Berdasarkan pengetahuan bahwa dunia ini bulat, maka Christophorus Columbus mengaajukan permohonan kepada raja Spanyol untuk berlayar ke dunia Timur mencari rempah-rempah. Permohonan itu di penuhi dengan diberikannya tiga kapal yang berjulukan Pinta, Nina, Maria beserta 88 pelaut. Ketika ia hingga ke Kepulauan Bahama, Columbus sudah merasa hingga di kepulauan Hindia, sehingga penduduk yang menempati daerah setempat disebutnya orang-orang Indian. Tempat mendarat Columbus disebut dengan nama San Salvador. Selajutnya kelompok Columbus kembali melanjutkan pelayaran, dan mendarat di Haiti. Merasa bahwa perjalannya telah berhasil maka kelompoknya bertolak kembali ke Spanyol. Oleh lantaran Columbus telah menemukan Kepulauan Bahama dan Haiti, ia diakui sebagai penemu daerah gres yakni Benua Amerika.
Keberhasilan Columbus dalam ekspedisinya memacu para pelaut lain untuk melanjutkan penjelajahan samudera ke dunia Timur. Ekspedisi selanjutnya dipimpin oleh seorang berjulukan Magellan/Magalhaens (Ferdiand Magelhaens) bersama seorang kapten kapal berjulukan Sebastian del Cano. Ia bersama rombongannya pergi menurut jalur yang mirik dengan yang dilalui Columbus, di ujung selatan benua yang ditemukan Columbus ia menemukan selat yang sempit, kemudian menamainya Selat Magellan.
Melalui selat tersebut Magellan terus berlayar meninggalkan Samudera Atlantik dan memasuki Samudera Pasifik. Setealah berlayar selama tiga bulan, pada bulan Maret 1521 ia mendarat di Pulau Guam. Kemudian melanjutkan penjelajahannya dan menemukan Kepulauan Massava(Fhilipina) pada April 1521. Magellan menyatakan bahwa daerah yang ditemukannya sebagai koloni Spanyol, tindakan tersebut mendapatkan saingan dari penduduk setempat yang karenanya terjadi pertempuran kemudian Magellan meninggal dunia lantaran ia terdesak. Selajutnya rombongan yang selamat melanjutkan perjalanan dengan dipimpin oleh Sebastian del Cano. Pada 1521 mereka hingga di Maluku yang ternyata penghasil rempah-rempah. Selajutnya kapal Sebastian del Cano dipenuhi rempah-rempah dan bertolak ke Spanyol.

       Bangsa Portugis
Berita keberhasilan Columbus menemukan daerah gres hingga kepada Raja Portugis(sebutan kini Portugal) Manue I. Kemudian ia memanggil Vasco da Gama untuk melaksanakan penjelajahan samudera mencari tanah Hindia. Vasco da Gama mencari jalan biar lebih cepat hingga ke tanah Hindia, sebelum Vasco da Gama terdapat pelaut Portugis Bartholomeus Diaz yang melaksanakan pelayaran untuk mencari daerah Timur dengan menelusuri pantai Barat Afrika.
Pada tahun 1488, lantaran adanya serangan ombak yang besar, terpaksa Bartholomeus Diaz mendarata di suatu ujung selatan Benua Afrika. Kemudian tempat tersebut disebut dengan Tanjung Harapan. Bartholomeus Diaz tidak melanjutkan penjelajahannya dan menentukan kembali ke negaranya.
Untuk memulai penjelajahannya, Vasco da Gama pada bulan Juli 1497 berangkat dari pelabuhan Lisabon. Ia mengambil rute yang telah di tempuh oleh Bartholomeus Diaz, dan sempat berhenti di Tanjung Harapan. Atas petunjuk dari pelaut bangsa Moor yang telah disewanya, Vasco da Gama kembali melanjutkan pelayaran melalui pantai Timur Afrika, kemudian berbelok ke kanan untuk mengarungi Samudera Hindia. Pada tahun 1498 Vasco da Gama hingga di Kalikut dan juga Goa di pantai Barat India. Ternyata Vasco da Gama sudah menyiapkan patok batu, yang disebut watu padrao yang sudah diberi pahatan lambing bola dunia. Setiap daerah yang disinggahi di beri patok tersebut, sebagai tanda bahwa tempat tersebut milik Portugis. Di Goa, India, Vasco da Gama berhasil mendirikan kantor dagang. Dengan keberhasilannya Vasco da Gama di angkat oleh Raja Portugis sebagai penguasa Goa atas nama pemerintahan Portugis.
Setelah beberapa tahun di India, orang-orang Portugis menyadari bahwa India bukan penghasil rempah-rempah. Lalu mereka mendapat gosip bahwa Malaka ialah sentra penghasil rempah-rempah. Kemudian dipimpinlah ekspedisi oleh Alfonso de Albuquerque untuk menguasai Malaka. Pada tahun 1511 Malaka berhasil dikuasai, Portugis semakin mendekati sentra penghasil rempah-rempah yaitu Kepulauan Maluku.
Pada ketika itu, Kerajaan Malaka diperintah oleh Sultan Mahmud Syah(1488-1511). Dengan dikuasainya Malaka Portugis memperoleh dua keuntungan, yaitu :
1)      Portugis akan menguasai jalur perdagangan penting di Asia, termasukperdagangan rempah-rempah.
2)  Malaka sanggup dijadikan watu loncatan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku. Oleh lantaran itu Portugis membangun basis kemiliteran yang besar lengan berkuasa di Malaka.
Tindakan Portugis tersebut mendapat protes dan perlawanan dari banyak sekali pihak, menyerupai pada tahun 1512 terjadi perlawanan yang dilancarkan oleh seorang pemuka masyarakat yang berjulukan Pate Kadir(Katir). Namun lantaran senjata Portugis lebih lengkap Pate Kadir sanggup dipukul mundur dan kemudian meloloskan diri hingga ke Jepara dan Demak. Tindakan Portugis memonopoli perdagangan juga mendapatkan perlawanan dari penguasa Demak. Pasukan Demak dibawah pimpinan Pati Unus melancarkan perlawanan terhadap Portugis di Malaka. Namun tetap serangan Demak yang dibantu Pate Kadir belum sanggup menandingi pertahanan Portugis.

       Bangsa Belanda
Setelah mendengar keberhasilan Portugis dan Spanyol yang menemukan daerah baru, para pelaut dan pedagang Belanda tidak mau ketinggalan. Pada tahun 1594, Barents mencoba melaksanakan pelayaran untuk mencari tanah Hindia melalui daerah kutub utara. Barents kurang mengetahui medan hingga ia gagal melanjutkan perjalanan lantaran kapalnya terjepit es yang sedang membeku pada ketika itu. Barents berhenti di sebuah pulau dan berusaha untuk kembali ke negerinya, tetapi di perjalanan ia meninggal dunia.
Pada tahun 1595, penjelajahan dilanjutkan oleh Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. Cornelis de Houtman mengambil jalur pelayaran yang biasa dilalui oleh orang Portugis, pada tahun 5196 mereka berhasil menemukan Nusantara dan mendarat di Banten. Cornelis diterima dengan baik oleh penduduk Banten lantaran niatnya untuk berdagang. Kerajaan Banten ketika itu dipimpin oleh Sultan Abdul Mufakir Mahmud Abdulkadir. Karena kondisi geografis Banten yang sangat strategis maka Cornelis de Houtman berusaha untuk memonopoli perdagangan di Banten. Hal itu menjadikan penduduk Banten tidak menerimanya, kemudian pasukan Belanda berhasil diusir dari Banten. Rombongan Cornelis de Houtman pun kembali ke Belanda.
Lalu ekspedisi selanjutnya dipimpin oleh Van Heemskerkck, pada tahun 1598 ia berhasil hingga ke Nusantara dan mendarat di Banten. Rombongan Heemskerkck tiba dengan bersahabat, maka penduduk Banten menerimanya dengan baik dan melaksanakan perdagangan bersama. Kapal Belanda berlayar ke Timur dan singgah di Tuban, dari Tuban mereka melanjutkan perjalanan ke arah timur menuju Maluku. Pada tahun1599, dibawah pimpinan Jacob van Neck hingga di Maluku, yang ketika itu sedang berkonflik dengan Portugis. Perdagangan Belanda di Maluku mendapat untung yang banyak, dan menjadikan banyaknya kapal Belanda yang berlayar di  Maluku.

       Bangsa Inggris
Setelah Portugis menemukan Maluku perdagangan rempah-rempah semakin meluas. Dalam waktu singkat, Lisabon menjelma sentra perdagangan rempah-rempah di Eropa Barat. Berkaitan dengan itu Inggris sanggup mengambil laba besar dalam perdagangan rempah-rempah lantaran Inggris mendapat rempah-rempah secara bebas dan dengan harga murah di Lisabon. Rempah-rempah itu pun kemudian diperdagangkan hingga ke Eropa Barat, bahkan hingga ke Eropa Utara. Namun lantaran Inggris terlibat konflik dengan Portugis, sebagai bab dari perang 80 tahun. Inggris mulai kesulitan untuk mendapat rempah-rempah.

Sejak kurun ke-17 para pedagang Inggris sudah berdagang hingga ke daerah India. Para pedagang Ingris yang berdagang di India Timur mendirikan kongsi dagang yaitu East India Company (EIC) pada tahun 1600 yang berpusat di Kalkuta(India). Sejak kurun ke-18 pedagang Inggris mulai memperluas perdagangannya hingga ke Asia Tenggara sehingga menjadi saingan bagi VOC(Belanda). Bahkan semenjak Belanda menjadi sekutu Prancis, Inggris selalu mengancam Belanda di bawah Gubernur Inggris Jenderal Lord Minto(berkedudukan di Kalkuta) untuk sanggup merebut daerah-daerah yang telah dikuasai oleh Belanda.

0 Response to "Kolonialisme Dan Imperialisme Di Indonesia"

Total Pageviews