BAB I
SIFAT-SIFAT PESAWAT BERKENAAN DENGAN PERENCANAAN LAPANGAN TERBANG
1. PENDAHULUAN
Sebelum kita merancang sebuah Lapangan Terbang lengkap dengan fasilitasnya, dibutuhkan pengetahuan sifat-sifat pesawat terbang secara umum untuk merancang prasarananya.
Pesawat terbang yang digunakan dalam operasi penerbangan memiliki kapasitas yang bervariasi mulai dari 10 hingga 500 penumpang. Pesawat-pesawat terbang "General Aviation" dikategorikan semua pesawat-pesawat kecil yang sanggup mengangkut penumpang / barang kurang dari 20 orang penumpang dan pengaturannya sebagai kendaraan beroda empat eksklusif untuk memberi citra macam-macam pesawat terbang yang melayani penerbangan komersil. Dalam tabel diberikan ukuran-ukurannya, berat, kapasitas angkut dan panjang landas pacu yang dibutuhkan. Pesawat terbang untuk taxi udara tidak dicantumkan, pada tabel berikutnya yakni citra konfigurasi roda pendaratan utama (Main Landing Gear) serta tekanan angin roda pesawat dari banyak sekali jenis pesawat.
Perlu dijelaskan bahwa tabel-tabel ini untuk pengenalan beberapa besaran ibarat "Operating Weight Empty" kapasitas penumpang dan panjang landasan yakni sebagai ancar-ancar mengingat bahwa besaran tersebut sanggup dihitung dan hitungannya dipengaruhi oleh banyak sekali aspek.
Pengertian dari istilah-istilah :
Weigth ( berat ) :
Ada beberapa istilah berat akan diterangkan dibelakang. Berat pesawat diharapkan untuk merencanakan tebal perkerasan dan kekuatan landas pacu (run way), taxi way dan Apron.
Size ( ukuran ) :
Lebar sayap dan panjang tubuh pesawat (Fuselag) mensugesti area parkir pesawat dan apron, selanjutnya mensugesti konfigurasi terminal, lebar landas pacu, taxi way, jarak antar keduanya sangat ditentukan oleh ukuran pesawat.
Capacity ( kapasitas )
Kapasitas penumpang memiliki arti yang penting bagi perencanaan Gedung Terminal dan sarana lainnya.
Panjang landas pacu :
Berpengaruh terhadap luas tanah yang dibutuhkan oleh Lapangan Terbang, namun panjang landas pacu pada tabel adalah ukuran perkiraan. Perhitungan landas pacu akan diberikan pada kepingan selanjutnya.
Anggapan bahwa makin besar pesawat makin panjang landas pacu tidak selalu benar. Bagi pesawat besar, yang sangat memilih kebutuhan panjang landasan yakni jarak yang akan ditempuh sehingga memilih berat lepas landas (Take Off Weight). Maka dalam analisa "Panjang landas pacu yang dibutuhkan" taksiran jarak tempuh pesawat sangat penting.
Piston Engine Air Craft :
Pesawat yang digerakkan oleh perputaran baling-baling dengan tenaga mesin piston. Sebagian besar pesawat-pesawat kecil digerakkan oleh mesin piston.
Turbo Prop :
Pesawat digerakkan oleh baling-baling dengan tenaga mesin turbin.
Turbo Jet :
Gerak pesawat bukan didapat oleh putaran baling-baling melainkan oleh daya dorong dari tenaga semburan jet. Pesawat yang digerakkan oleh Turbo Jet sangat boros materi bakar. Untuk mengatasi keborosan materi bakar dibentuk pesawat dengan tenaga Turbo Fan.
Turbo Fan :
Ditambahkan kipas (fan) didepan atau dibelakang turbinnya, sehingga dengan materi bakar yang sama dengan turbo jet didapat tenaga pelopor yang lebih besar.
Fan biasanya ditempatkan didepan dari turbin induk. Sebagian besar pesawat- pesawat komersial yang kini beroperasi kebanyakan dari jenis Turbo Fan.
2. SIFAT-SIFAT MESIN JET
Mesin Jet dibagi dalam 2 jenis, yaitu : Turbo Jet dan Turbo Fan. Mesin Turbo Jet terdiri dari compresor, ruang bakar (Combustion Chamber) dan turbin dibagian belakang mesin.
Turbo Fan intinya yakni mesin turbo jet, yang ditambahkan sudu-sudu, biasanya ditempatkan dibagian depan dari compresor, sudu-sudu ini dinamakan "Fan", sudu baris tunggal dinamakan "Single Stage" dan dua baris sudu disebut "Multi Stage".
Pesawat-pesawat mesin turbin yang dilengkapi dengan air ketika akan lepas landas, disebut "Mesin Basah", sedangkan untuk mesin turbin tanpa air disebut "Mesin Kering".
Pembasahan dengan air pada pesawat mesin turbin dimaksudkan biar mesin sanggup bekerja pada temperatur yang lebih tinggi, sehingga menambah daya dorong. Pada waktu lepas landas dibutuhkan tenaga daya dorong yang lebih besar.
Daya dorong (Thrust) yang digunakan pada dikala pesawat sedang terbang dengan kecepatan tetap (Cruising) yakni 1/5 - 1/4 tenaga yang dipakaipada waktu lepas landas.
Pemakaian materi bakar oleh mesin pesawat dinyatakan dalam satuan berat ( Lbs, Kg ) per jam per kg daya dorong. Hal ini untuk menghindari kekacauan pengertian akhir kembang susut volume materi bakar oleh perubahan temperatur, 1 gallon beratnya = 6,8 Lbs = 3,08 kg = 3 kg.

0 Response to "Lapangan Terbang"